Membiasakan anak untuk sholat

by 01:43:00 0 komentar

💌 Bagaimana Membiasakan Anak Untuk Shalat

Allah Ta'ala berfirman:

"وأمر أهلك بالصلاة واصطبر عليها"

"Dan perintahkanlah anakmu untuk shalat dan untuk bersabar di atasnya."

Telah kita ketahui bersama kedudukan shalat dalam Islam, oleh sebab itu wajib atas kita semua mengetahui bahwa membiasakan anak shalat adalah tujuan hidup dalam pendidikan keimanan anak-anak. Dan kami ingatkan bahwa masa kanak-kanak bukanlah masa taklif (pembebanan syari'at), akan tetapi itu adalah masa persiapan, pelatihan dan pembiasaan untuk sampai kepada masa taklif ketika mereka sampai pada usia baligh, sehingga mudah bagi mereka untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama mereka.

~Tahapan pemberian semangat dan motivasi anak untuk shalat

Dalam permulaan perkembangan kecerdasan anak, kedua orang tuanya meminta darinya untuk berdiri bersama mereka untuk shalat. Dan hendaklah kita ketahui bersama bahwa anak-anak pada permulaan masa kekanak-kanakannya terkadang lewat dihadapan orang yang shalat, dan terkadang duduk dan menangis. Dan tidak mengapa bagi bapak atau ibu untuk membawa anaknya ketika shalat di masjid, ketika khawatir dengan kondisi anaknya, lebih-lebih kalau di rumahnya tidak ada orang0 yang menjaganya. Dan jangan menghardik anak ketika dia melakukan hal-hal di atas semasa mereka masih kekanak-kanakan.

~Tahapan sebelum tujuh tahun

1. Mengajari anak sebagian hukum-hukum thaharah (bersuci), seperti pentingnya menjaga diri dari najis seperti kencing dan selainnya, mengajari tata cara bersuci dan adab-adab buang hajat, mengajari pentingnya menjaga kebersihan diri dan pakaiannya serta menjelaskan keterkaitan thaharah (kebersihan) dengan shalat

2. Mengajari anak surat al-Fatihah dan beberapa surat pendek sebagai persiapan untuk shalat

3. Mengajari mereka wudhu dan melatih mereka untuk mempraktikkannya, sebagaimana yang dilakukan oleh para Shahabat radhiyallahu 'anhum terhadap anak-anak mereka

4. Sebelum umur tujuh tahun kita mulai mengajarinya shalat dan memotivasinya untuk shalat fardu satu atau dua kali dalam sehari, dan pada tahap ini (di bawah tujuh tahun) kita tidak meminta dia untuk shalat lima waktu secara sekaligus

5. Hendaknya kita mengingat pentingnya mendampingi anak-anak di saat mereka shalat jum'at setelah kita mengajari mereka adab-adab masjid, sehingga mereka terbiasa menunaikan syi'ar ini (shalat jum'at) dan dia merasakan permulaan masuk dan bergabungnya dengan masyarakat

~Tahapan antara tujuh tahun hingga sepuluh tahun

Di dalam hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

."مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع واضربوهم عليها وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع"

“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya.”(hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang hasan)

Hendaklah anak-anak mempelajari hadits ini, dan dia sekarang berada pada tahapan pembiasan diri untuk shalat. Oleh sebab itu, sebagian pendidik menasihatkan agar pada hari masuknya seorang anak pada usia 7 tahun ada sebuah peristiwa yang istimewa dalam hidupnya agar dia mengingat bahwa dia sudah berada pada umur tersebut.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam telah mengkhususkan 3 tahun berturut-turut untuk menanamkan shalat pada jiwa-jiwa anak-anak. Dan kita mengulang-ulang permintaan shalat dari anak-anak kita dengan halus, lembah-lembut dan kecintaan. Dan dengan metode perhitungan kita mendapati bahwa jumlah pengulangan selama periode ini lebih dari 5000 kali dalam kurun waktu tiga tahun. Maksudnya, bahwa kedua orang tua mengingatkan anak-anaknya dan mengajaknya shalat, dan ini menjelaskan kepada kita arti penting pengulangan dalam praktik pendidikan dengan pengulangan yang disertai dengan wajah yang berseri-seri dan bagusnya lafazh. Dan setiap kebaikan bisa didapatkan dengan kebiasaan (membiasakannya).

Dan selama masa-masa ini seorang anak belajar hukum-hukum dan tata cara bersuci Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beberapa do'a khusus yang berkaitan dengan shalat.

~Tahapan perintah shalat dan pukulan apabila meninggalkannya

Dan merupakan hal yang mendesak adalah kita selalu mengulang-ulang –pada masa tujuh tahun- di telinga anak sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam yang memberikan batasan hukuman pukulan setelah umur 10 tahun, sebagai peringatan agar tidak menyepelekan shalat. Lalu apabila dia tetap meninggalkan shalat, maka harus diberi hukuman dengan pukulan. Akan tetapi, pukulan dibenarkan apabila sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.
Apabila seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang baik, dan orang tuanya perhatian terhadap hal yang telah disebutkan di atas, dan keduanya menjadi teladan bagi anak-anaknya dalam menjaga shalat, maka sangat sulit bagi anak untuk tidak terikat dengan shalat dan dia akan konsisiten dengan shalatnya, lebih-lebih hal itu disertai dengan dorongan materi dan maknawi.

Dan pada periode ini (setelah umur 10 tahun) wajib atas kedua orang tua dan siapa saja yang berkecimpung di dunia pendidikan anak untuk mengajari mereka hukum-hukum shalat jama'ah, shalat sunnah, shalat Witir, dan dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengajari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu shalat Istikharah sekalipun Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu masih kecil.

Sebagaimana juga untuk memperhatikan shalat Fajr (shubuh) dan Isya' pada periode ini, dan membiasakan mereka untuk menjaga semua shalat fardhu apapun alasannya khususnya di hari-hari ujian sekolah. Apabila mereka ketinggalan shalat karena lupa, maka hendaknya mereka shalat ketika mengingatnya, dan apabila ketinggalan shalat karena malas hendaklah kita mengajari mereka agar bersegera bertaubat dan beramal shalih seperti sedekah dari uang sakunya dan amalan-amalan shalih yang lain, semoga dengan demikian Allah mengampuninya.

Dan kami ingatkan akan pentingya kesepakatan kedua orang tua untuk menempuh langkah-langkah yang telah disebutkan di atas, dan untuk saling tolong-menolong agar menjadi teladan bagi anak-anaknya pada setiap perbuatannya. Dan hendaklah setiap orang tua memperbanyak do'a:

"رب اجعلني مقيم الصلاة ومن ذريتي ربنا وتقبل دعاء"

"Wahai Rabb, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang menegakkan shalat, wahai Rabb kami kabulkanlah do'a (kami)."

Dan do'a:

" ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما"

"Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa."

🌍www.alsofwah.com

sarah amijaya

Developer

An ordinary woman, Blogger wanna be, Books lover, Happy wife and moms.

0 komentar:

Post a Comment