Curhatnya emak rempong...

by 08:33:00 2 komentar
"Kamu sih enak. Tinggal pergi kerja. Anak juga ada yang ngurus. Temen banyak, bisa hahahihi buang stress."

Ngiik ngook.....selalu ya, rumput tetangga terlihat lebih hijau ^_^.

Komentar tersebut terlontar dari seorang kawan yang tengah stress berat menghadapi tingkah putra sulungnya.

Dan ya, sebagai orang yang low profile (ngakunya) aku sih senyam-senyum aja.

Padahal aku juga pernah loh merasa lost control dan seolah bertanduk lima menghadapi anak-anakku. Karena meskipun ada yang membantu di rumah, (inget ya mereka itu sekedar membantu). Aku terbiasa mengusahakan untuk sesedikit mungkin menggunakan bantuan mereka. Dan aku orang yang anti punya ART yang tinggal di rumah. Mengurangi privasi.

 Si kecil biasanya kutinggal dalam keadaan wangi dan kenyang. Si Bibi kebagian tugas mengajaknya jalan-jalan pagi, sebelum akhirnya ia tertidur. Jus, cemilan dan makanan sudah kusiapkan, tinggal diberikan sesuai jam yang sudah kujadwalkan. Kakak-kakaknya yang sudah sekolah, bukan sekolah di sekolah umum yang full day dari pagi sampai sore, tapi sekolah di Home schooling berlembaga, yang tetap melibatkan orang tua secara aktif dalam pembelajarannya. Kami punya jadwal khusus setiap harinya yang harus dihandle orang tua di rumah. Alhamdulillah sejauh ini kami konsisten dengan jadwal tersebut.

 See????  meski bekerja, aku berusaha menjadi ibu yang tetap mengurus tumbuh kembang anak-anakku sendiri. Karena bagaimanapun aku tahu tanggung jawab sebagai ibu itu tak bisa diwakilkan pada siapapun, Ibu anak-anakku hanyalah aku seorang.

Sementara sebagai pekerja, tanggung jawabku bisa dengan mudah dilimpahkan pada siapapun. Karena yang bisa melaksanakan tugas-tugasku bukan hanya aku seorang. Tentu hal  ini tak membuatku menjadi pekerja yang malas dan tak bertanggung jawab. Don't worry be happy i try to do my work with better day to day.... (oh please jangan komentari grammarku ya....^_^)

Ahahai....kenapa jadi menjelaskan panjang lebar begini yak? @_@

Intinya sih, tidak ada kehidupan seseorang yang lebih enak atau lebih nyaman ketimbang kehidupan seseorang yang lain. Yang ada hanyalah bagaimana seseorang itu bersyukur atau tidak dengan kehidupan yang dilakoninya. Toh setiap manusia memiliki ujiannya masing-masing. Ketimbang sibuk mengasihani diri dan merasa iri, lebih baik toh jika kita terus menyiapkan bekal untuk menjalani hidup kita dengan sebaik-baiknya????


sarah amijaya

Developer

An ordinary woman, Blogger wanna be, Books lover, Happy wife and moms.

2 comments:

  1. Sepakat.. Jangan suka bandingin dgn org lain.. Kita gak tau keadaan org lain 100%, begitu pula sebaliknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe...saya jadi inget istilah wang sinawang gitu...:)

      Delete