A Miracle Of Touch : Sebuah rasa "Amore" yang santun

by 08:39:00 2 komentar



 Judul      : Miracle Of Touch
Penulis    : Riawani elyta
Penerbit  : GPU
Tebal      : 240 hlm
ISBN     : 978-979-22-9949-6
Sinopsis buku:

Untuk alasan dan kepentingan masing-masing, Ravey dan Talitha memutuskan untuk menikah. Pernikahan yang sarat perbedaan dan tak sedikit pun diselipi rasa cinta membuat rumah tangga mereka seakan berjalan di atas bara api. Posisi Talitha makin terjepit saat ibunda Ravey menantangnya untuk membuktikan bahwa pernikahan mereka dapat mengubah karakter buruk Ravey.

Pengakuan dari seorang wanita bernama Mary Anne bahwa ia tengah mengandung anak Ravey kian memperuncing persoalan. Belum lagi semua persoalan ini terurai, kecelakaan menimpa Ravey. Kecelakaan yang dicurigai justru ditujukan untuk menyingkirkan Talitha.

Berhasilkah Ravey dan Talitha melalui semua kemelut itu? Siapakah sebenarnya dalang di balik kecelakaan yang menimpa Ravey?

====================================================================

“ Pernikahan yang diawali niat baik, agar dalam perjalanannya kelak juga akan diisi oleh banyak kebaikan hingga berakhir hanya oleh kehendak takdir. Jika ada pernikahan yang berakhir sebelum takdir menjemput, maka seringnya itu adalah pernikahan yang lebih dikuasai ego daripada kasih sayang.”
(hal 210)


Seberapa sering kita mendengar kasus perceraian belakangan ini? Bagi saya, sangat sering sekali. Entah disebabkan para selebritis tanah air yang menjadikan kawin-cerai laksana sebuah trend atau memang di zaman ini sebuah pernikahan tidak lagi bernilai ibadah dan sakral.

Seyogyanya rumah tangga, tak mungkin selalu aman dari terjangan angin-angin nakal. Entah sekedar menampar lembut atau bahkan angin yang sanggup memporak-porandakan bahtera kehidupan. Apapun itu, perceraian seharusnya adalah jalan keluar terakhir yang bisa dipilih. Biasanya keputusan final mengenai “permasalahan” rumah tangga itu terkait erat dengan niat/tujuan awal pernikahan itu sendiri.

A Miracle Of Touch (AMOT),  mengisahkan Talitha dan Ravey  yang memutuskan menikah untuk alasan dan kepentingan masing-masing. Talitha, demi mendapatkan kembali izin kerja dan Ravey, demi menghindari gadis pilihan ibunya dimana pernikahan adalah tiketnya untuk terus menjadi penerus perusahaan keluarga Malhotra.

Dengan penggarapan setting Singapore yang kental, pembaca tidak hanya  diajak untuk menilik sudut demi sudut Negara tersebut. Tapi, pembaca juga disuguhi “cara hidup” dan kebijakan negera setempat. Kehadiran keluarga Ravey yang berkebangsaan Hindi lengkap dengan adat istiadat dan beberapa percakapan dalam bahasa Hindi semakin membuat novel ini terasa unik. Begitu pula dengan profesi Talitha yang tidak umum, dietician. Membaca novel ini seperti mendapat bonus: konsultasi gizi dan pengaturan pola makan gratis ^_^.

Akupun jatuh cinta pada karakter Talitha yang kuat, tegas, dan rasional. Dalam kehidupan perkawaninan, seringkali wanita diposisikan sebagai pihak lemah lembut yang cenderung “nrimo” dengan apapun yang terjadi dan dibebankan atas dirinya. Talitha bagiku, mewakili sosok istri yang santun tapi juga berprinsip. Memposisikan diri sebagai istri yang siap melayani suami tanpa merendahkan dirinya sendiri. Tidak hanya mendengar tapi mampu mengemukakan pendapat dan urun solusi dalam pemecahan sebuah konflik bersama.

Menilik prolog novel ini, aku berekspektasi akan disuguhi sebuah novel romantic-suspence yang menegangkan sekaligus rasa “amore” santun khas Riawani Elyta.
Bagian terakhir jelas terpenuhi, Riawani Elyta berhasil mengharmonikan rangkaian katanya menjadi debar-debar hangat di relung hati pembacanya tanpa satupun adegan vulgar. Dimana penulis lain dalam genre serupa jelas memilih setidaknya kissing lips.

But for my first expectation , I’m sory to say this: it feels very flat. Rasanya seperti ada potongan puzzle yang tidak lengkap. Misteri kecelakaan yang menimpa Ravey, teror yang ditujukan pada Talitha, juga kehadiran Marri Ane harusnya menjadi potongan misteri yang mampu  memanipulasi pembaca dan menimbulkan ketegangan yang diakhiri dengan kenyataan mengenai Laksmi Malhotra.

Lepas dari itu semua, novel ini sangat pas dengan tajuk “pemenang berbakat lomba novel AMORE”. Rasa “Amore” yang santun juga pesan-pesan tersurat maupun tersirat mengenai pernikahan menjadikan novel ini sebuah novel yang sangat layak baca. 

Good job mba Riawani….^_^

sarah amijaya

Developer

An ordinary woman, Blogger wanna be, Books lover, Happy wife and moms.

2 comments:

  1. thank youuu mbak :D tentang intrik accident-Mary Anne-Laksmi yg tertuang di novel, itu udah hasil diskusi dgn editor2nya mbak, sempet aq revisi dgn memunculkan latar belakang Laksmi yg lebih detail di prolog, tapi kemudian oleh editor disarankan spy gak dijelaskan secara gamblang, 1 bab ttg Mary Anne juga tadinya sempet disaranin utk dihapus jg, tapi gak jadi...intinya sih yg kutangkep, krn ini lini Amore, jadi konflik2 lain diluar urusan cinta jgn sampe lebih mendominasi ketimbang konflik cintanya sendiri, dan kesan yg paling nyampe ke pembaca juga harus kesan dari kisah cintanya, imho :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. heeh mba, kalu amorenya mah kerasaaa banget. kalu aku mungkin lebih jatuh cinta pada versi asli sebelum diutak atik editornya ya wkekeke
      tapi, tetep nice job mba. seperti bangkit kembali. Ruh Tarapucino n PNG mulai berasa lagi

      Delete