Zero atau Hero????

by 07:43:00 0 komentar

Jika kamu disuruh memilih menikah dengan pria yang masih dalam kondisi zero yang dalam artian kerjaan belum mapan, rumah masih ngontrak, dll. Atau dengan pria yang sudah dalam status hero dengan jabatan yang keren dan asset yang wow, kamu pilih yang mana???

Aku pribadi prefer pada pilihan pertama. Bukan karena aku menjalaninya (sebelum menikah alhamdulillah aku diberi kesempatan memilih dari yang bener-bener zero sampai yang udah super hero *note gak penting^_^) tapi, lebih karena pernikahan bagiku bukan semata soal tawa dan kesenangan. Pernikahan adalah sekolah real yang mengajarkanmu ragam kehidupan secara komplit. Kejujuran, kepercayaan, kebencian, kecemburuan, kekecewaan, kebahagiaan, dan lainnya.


Mungkin dengan cara apa kamu dibesarkan tentu akan mempengaruhi pilihanmu ini. Seseorang atau bahkan beberapa kawan mungkin berpikir aku tidak cukup matre sebagai wanita. Bagaimanapun aku tetap gak habis mengerti apa sih enaknya memasuki kehidupan baru yang langsung menjadikanmu ratu, membuaimu dengan segala bentuk kemewahan dan kemanjaan? Yakin deh itu gak bakal everlasting wkakaka...

Akan menjadi berbeda ketika kita memulai proses kehidupan tersebut dari anak tangga pertama. Kita akan lebih bisa memaknai dan menghargai proses menggapai semua kebahagiaan dan zona nyaman tersebut. Kesenangan kecil akan sanggup membuatmu menyungkur sujud. Hal yang terkadang terlalaikan saat kita dikelilingi kemewahan. Dan rasanya sudah umum ketika kebanyakan orang justru menjadi ahli syukur dan sabar dalaam menghadapi kesulitan hidup ketimbang tatkala berada di posisi mapan (tapi orang kaya yang pandai bersyukur itu luar biasa juga loh ^_^).

Duhai para pria.....Aku tau persis, wanita (tanpa maksud mengeneralisir) bisa mendampingimu dengan cinta dan tawa kapan saja di saat-saat terbaikmu. Tapi jika kamu ingin tau ketulusan seorang wanita, maka temukan ia di saat-saat tersulitmu. Jika ia tetap ada dengan cinta dan tawa yang kadarnya tak berkurang sedikitpun justru bertambah....so you found it :  Wanita yang tulus mencintaimu ^_^.

Dan lagi-lagi menurutku, setiap pernikahan itu memiliki ujiannya masing-masing. Kita tak akan pernah menduga ujian itu akan datang kapan dan dalam bentuk seperti apa. Yang pasti kemapanan gak akan menjamin rumah tanggamu bebas ujian, dan senantiasa fresh penuh tawa (jadi ingat ucapan seorang kawan ^_^). Mmmm....jangan pernah menyombongkan diri berkata kamu pasti bisa melalui semua ujian itu dengan apa yang kamu punya, sesungguhnya setiap kemudahan itu berasal dari-NYa.

Jadi, ketika kita bisa menyegerakan sebuah pernikahan (calon sudah ada) ya mengapa tidak???? Hal itu jelas lebih utama bagimu^_^.

Percaya deh, jatuh bangun kehidupan justru makin mempererat perasaan kepada pasangan kita, memperdalam cinta, dan mempercepat proses saling mengerti satu sama lain. Lagi-lagi aku tidak bermaksud menutup mata atas kasus-kasus perceraian dan pertikaian yang disebabkan proses jatuh bangun kehidupan.

Sejujurnya, sampai detik ini aku masih tak habis mengerti pada orang (baca:pria) yang menunggu  menjadi mapan untuk melangsungkan pernikahan. Wanita memang suka dimanjakan tapi tak melulu dalam bentuk kemewahan.

Wanita (paling tidak aku pribadi) tidak melihat hasil akhir yang bisa pria beri untuk mereka (kemapanan hidup dan kroni2nya), tapi wanita sangat....sangat....sangat....menghargai dan terpesona atas setiap tetes keringat yang dikeluarkan pria-nya untuk membuat mereka bahagia.


* to all my friends yang sudah menikah maupun yang belum.....Sueeeer ini murni pendapatku pribadi, so jangan dimasukin hati apalagi dijadikan referensi ^_^

sarah amijaya

Developer

An ordinary woman, Blogger wanna be, Books lover, Happy wife and moms.

0 komentar:

Post a Comment