Hati Yang Terbolak Balik

by 09:21:00 0 komentar

Panas menyengat, nyaris merontokkan imanku. Duh…jika aku tak diberi tahu bahwa neraka panasnya berlipat dari panas dunia ini ingin rasanya segera membuka lemari es dan mereguk nikmatnya air dingin. Sabar…sabar…bedug maghrib tak lama lagi…batinku menguatkan diri sendiri.
Iseng kulirik akun facebookku sekedar membunuh penat di tumpukan kerjaan yang masih menggunung.
“h,lo….”
Chat room di fesbukku terbuka. Hmmm….S. Dwi Angel. Sapa ya???
“assalamualaikum….sapa ya”
“he…he…waalaikumsalam, gak berubah ne si ade”
“mmm….maaf ya masih di awang-awang ne
“ne aku de, mungkin kamu gak kenal lagi…aku dah banyak berubah”

Segera kubuka profile wanita ini, seniorku di kampus ne, tapi sapa ya??? Ku lihat-lihat pic-nya
Rambut ikal sebahu, kulitnya putih, pose-posenya terlalu terbuka se, senyumnya khas, Cantik, modis, rasa-rasanya aku kenal wanita gaul ini….
“Dwi…manajemen 2000, kita suka keliling Malioboro bareng, jalan-jalan dan makan es campur”
“Haa…??? Mba Dwi yang itu”
“ya…yang itu deJ
“hehehe…maaf Mba aku pangling eh….pa kabar Mba?”
Teringat aku beberapa tahun silam, masa-masa indah di kampus tercinta. Mba Dwi…senior di Rohis yang begitu dekat denganku. Dulu ia tampak selalu anggun dengan gamis dan jilbab lebarnya. Ia banyak mengajariku tentang hidup dan mengenalkanku pada keindahan islam
“Makasih de…”
“untuk apa Mba?”
“karena tidak bertanya apa-apa?”
“mmm….sebenarnya aku ingin bertanya Mba”
“Semua hal-hal normative dan idealis dulu ternyata gak bisa dipake di kehidupan nyataku de”
Aku tak tau harus menulis apa untuk membalas comment tersebut
“Bukannya ajaran islam itu selalu up to date dan cocok diterapkan kapan dan dimana saja mba?”
“Dulu kukira begitu de…”
“Maksudnya Mba?”
“aku tak ingin membahasnya de…yang pasti aku tau saat ini aku sedang jauh tersesat…”
“tak ingin kembali mba?”
“Mungkin nanti de, aku sedang menikmati ketersesatanku”
Astagfirullah…sungguh Allah Maha membolak-balikkan hati, hidayah itu hanya milikNya. Tak pernah terbayang olehku sosok yang dulu begitu teguh menyuarakan tegaknya daulah islam kini dengan santainya menikmati ketersesatannya.
“ Cepat kembali mba, umur itu tak berbau…dan aku selalu akan mengulurkan tangan jika mba membutuhkanku”
“ok…makasih sayang, senang menemukanmu lagi di tengah lautan maya”
Chat itu berakhir…tapi perenunganku baru bermula. Tumpukan pekerjaanku tak lagi terasa menggairahkan, semangatku lenyap ke titik nadhir. Tanya yang menyesakkan, kekecewaan mendalam dan kesedihan memilukan memenuhi relung hatiku.

Entah syetan bagaimana yang berhasil meluluhkan keteguhan Mba Dwi-ku, entah dengan godaan seperti apa syetan itu berhasil menundukkan keimanannya. Aku tak tahu…dan tak ingin menduga-duga. Toh, kami hanya manusia biasa yang tanpa daya, tanpa pertolonganNya memang rasanya mustahil menepis godaan-godaan syetan yang semakin canggih dan menyilaukan. Kami tak lebih terhormat dibanding Bapak kami Adam alaihisalam yang nyatanya masih tergoda dengan manisnya tipuan syetan.
Sungguh, terkadang kemilau dunia juga menggodaku. Rasanya lelah berpegang pada tali kuat yang membatasi semua kesenangan dunia. Terkadang batinku terpasung cemburu melihat mereka yang begitu menikmati kehidupannya. Syukurnya, Allah masih menyejukkan kalbuku dengan limpahan hidayahNya dan mencukupkan langkahku di jalanNya.
Allahu Akbar….. Allahu Akbar….. Allahu Akbar….. Allahu Akbar
Ash-hadu allā ilāha illallāh
Ash-hadu anna Muhammadan rasūlullāh
Hayya 'alas-salāt
Hayya 'alal-falāh
…..
Terdengar kumandang azan Ashar,  Kuhirup udara dalam-dalam, chat sesaat tadi benar-benar membangunkan tidur batinku, tak lagi terasa berat puasa yang kujalani, tak lagi terasa menyengat panas hari itu. Teringat aku sebuah hadist mulia:
“Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar Rahman bila ia kehendaki Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki Ia akan menyesatkannya.”
Maka segera kupanjatkan sebuah doa “ Wahai Dzat yang Maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu”
-----------------
Sungguh, lebih baik menjadi mantan ahli neraka daripada menjadi mantan ahli surga. Semoga Allah mewafatkan kita dalam keadaan Khusnul khatimah…..amien!

sarah amijaya

Developer

An ordinary woman, Blogger wanna be, Books lover, Happy wife and moms.

0 komentar:

Post a Comment